KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3

Oleh: Erwin, S.Pd., Gr.

CGP Angk. 11 Kelas 11.121 Kota Makassar

Di tengah konteks pendidikan modern, kita mengambil pendekatan yang memadukan gagasan-gagasan besar dari Ki Hadjar Dewantara, Profil Pelajar Pancasila, dan inkuiri apresiatif (IA) untuk mengembangkan pendidikan yang relevan dan bermakna bagi murid-murid kita.

Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa tujuan utama pendidikan adalah untuk mengembangkan kekuatan kodrat anak agar mereka dapat mencapai keselamatan sebagai manusia dan anggota masyarakat. Dalam konsep ini, peran pendidik bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai 'pamong' yang memberikan bimbingan untuk membantu anak-anak menemukan kemerdekaan mereka sendiri tanpa kehilangan arah atau menghadapi bahaya yang dapat merugikan mereka. Pendekatan ini memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk belajar dan berekspresi, sambil memastikan bahwa mereka tetap mendapat arahan dan bimbingan yang diperlukan dari pendidik.

Filosofi Ki Hajar Dewantara ini tetap relevan dalam konteks pendidikan saat ini, terutama dalam konteks Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah upaya untuk memerdekakan guru dan siswa dalam hal berpikir dan berekspresi, sejalan dengan semangat pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara. Salah satu implementasi dari Merdeka Belajar adalah program Sekolah Penggerak, yang bertujuan untuk mencetak pelajar Indonesia sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Profil ini menggambarkan pelajar Indonesia sebagai individu yang memiliki kompetensi global dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti iman, takwa, kebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Untuk mencapai visi ini, pendekatan inkuiri apresiatif (IA) menjadi strategi yang relevan dan efektif. IA merupakan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis pada kekuatan yang ada di dalam sekolah. Pendekatan ini dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal positif yang sudah ada di sekolah, seperti keberhasilan dalam pembelajaran, hubungan yang baik antara siswa dan guru, atau inovasi dalam pendekatan pembelajaran. Selanjutnya, IA mendorong untuk mempertahankan hal-hal positif ini dan mengembangkan strategi perubahan yang lebih baik lagi, dengan tujuan untuk memperkuat keunggulan yang telah dicapai dan mengatasi tantangan-tantangan baru.

Implementasi inkuiri apresiatif (IA) terdiri dari lima tahapan yang diorganisir dalam akronim BAGJA, yang mencakup langkah-langkah berikut:

Buat pertanyaan:
Tahap ini dimulai dengan merumuskan pertanyaan yang relevan dan menentukan arah penelitian terkait dengan perubahan yang ingin dicapai dalam konteks pendidikan. Contoh pertanyaan yang bisa diajukan adalah, "Bagaimana kita dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah?"

Ambil pelajaran:
Setelah pertanyaan utama ditetapkan, langkah selanjutnya adalah mengambil pelajaran dari pengalaman individu atau kelompok dalam unsur yang berbeda atau sama. Ini melibatkan refleksi mendalam terhadap pengalaman yang telah dilalui untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat pencapaian tujuan. Misalnya, mengidentifikasi keberhasilan dalam mengembangkan kolaborasi antara guru dan siswa di tahun sebelumnya.

Gali mimpi:
Komunitas sekolah (Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa) bersama-sama menggali mimpi mereka tentang keadaan ideal yang diinginkan di sekolah. Ini melibatkan pembuatan narasi yang rinci dan menginspirasi tentang bagaimana sekolah ideal mereka terlihat, seperti lingkungan belajar yang inklusif dan inspiratif. Pertanyaan-pertanyaan pemandu digunakan untuk memandu proses penyusunan narasi ini, seperti, "Bagaimana kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung berbagai bakat dan minat siswa secara optimal?"

Jabarkan rencana:
Tahap ini melibatkan identifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk mencapai visi yang telah digambarkan dalam tahap sebelumnya. Ini termasuk menentukan langkah-langkah strategis, alokasi sumber daya, dan pengambilan keputusan penting untuk mendukung perubahan yang diinginkan. Contoh pertanyaan yang relevan adalah, "Apa langkah konkret yang harus diambil untuk meningkatkan infrastruktur sekolah dan fasilitas pendukung lainnya?"

Atur eksekusi:
Langkah terakhir adalah mengubah rencana menjadi kenyataan melalui pelaksanaan yang efektif. Pada tahap ini, pertanyaan-pertanyaan digunakan untuk membantu menetapkan peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam implementasi rencana, serta membuat kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan untuk memastikan kesuksesan pelaksanaan. Misalnya, "Bagaimana kita dapat memastikan semua anggota komunitas sekolah terlibat aktif dalam pelaksanaan program ini?"

Berikut adalah narasi mengenai revisi visi saya yang telah dirumuskan:
Menjadi sekolah unggul yang berintegritas, berlandaskan nilai-nilai imtaq dan kebangsaan, menghasilkan generasi yang berbudaya, berprestasi, dan berjiwa nasionalis

Posting Komentar untuk "KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK"